Tag Archive: Ramadhan


Sifat Kedermawanan Rasul SAW


Sifat Kedermawanan Rasul SAW
Selasa, 16 Oktober 2012

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ، فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ، فِي كُلِّ لَيْلَةٍ، مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ، مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

(صحيح البخاري)

“Bahwa Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau sangat lebih dermawan di bulan Ramadhan, di bulan itu beliau SAW selalu dikunjungi Jibril AS dan menemui beliau SAW setiap malamnya, dan memperdalam Alqur’an, dan sungguh Rasulullah SAW lebih dermawan terhadap berbuat baik melebihi semilir angin yang berhembus menyejukkan” (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Baca lebih lanjut

Iklan

MARHABAN RAMADHAN


العربية: لفظ الجلالة "الله" للدلالة ...

قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ. {البقرة : 183}.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”. (QS. Al-Baqarah : 183).

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ s قَالَ: لَمَا حَضَرَ رَمَضَانَ – “قَدْ جَآءَكُمْ شَهْرٌ مُبَارَكٌ, اُفْتُرِضَ عَلَيْكُمْ صِيَامُهُ, تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةَ وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ, وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ, فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ, مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ. {رواه أحمد والنّسائى والبيهقى}.

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah Saw. bersabda: “Telah datang bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Wajib bagi kalian puasa di bulan itu, pada bulan tersebut pintu-pintu syurga di buka dan ditutup pintu-pintu neraka, dan syaithan dirantai. Pada bulan tersebut terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang mendapatkan kebaikannya, maka terhalanglah ia”. (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Baihaqi). Baca lebih lanjut

MARHABAN YA RAMADHAN


Allah-green-transparent

Marhaban barasal dari kata rahb yang berarti luas atau lapang. Marhaban menggambarkan suasana penerimaan tetamu yang disambut dan diterima dengan lapang dada, dan penuh kegembiraan. Marhaban ya Ramadhan (selamat datang Ramadhan), mengandungi arti bahwa kita menyambut Ramadhan dengan lapang dada, penuh kegembiraan, tidak dengan keluhan.

Rasulullah sendiri senantiasa menyambut gembira setiap datangnya Ramadhan. Dan berita gembira itu disampaikan pula kepada para sahabatnya seraya bersabda: “Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. Allah telah memfardlukan atas kamu puasanya. Di dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu surga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh setan. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan” (Hr. Ahmad)

Marhaban Ramadhan, kita ucapkan untuk bulan suci itu, karena kita mengharapkan agar jiwa raga kita diasah dan diasuh guna melanjutkan perjalanan menuju Allah swt. Perjalanan menuju Allah swt itu dilukiskan oleh para ulama salaf sebagai perjalanan yang banyak ujian dan tentangan. Ada gunung yang harus didaki, itulah nafsu. Digunung itu ada lereng yang curam, belukar yang hebat, bahkan banyak perompak yang mengancam, serta iblis yang merayu, agar perjalanan tidak dilanjutkan. Bertambah tinggi gunung didaki, bertambah hebat ancaman dan rayuan, semakin curam dan ganas pula perjalanan. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: