Tag Archive: ali imran


Larangan Menghadap Kiblat Saat Buang Air


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ، الْغَائِطَ، فَلَا يَسْتَقْبِل الْقِبْلَةَ، وَلَا يُوَلِّهَا ظَهْرَهُ، شَرِّقُوا، أَوْ غَرِّبُوا. ,,

(صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah saw : “Jika kalian berhajat buang air besar atau kecil, maka jangan menghadap kiblat, dan jangan membelakanginya, namun menghadaplah ke barat dan ke timur (arah selain kiblat) (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Baca lebih lanjut


Apabila marah telah menguasai kita

Rasulullah SAW menasehati seorang sahabatnya dengan kata-kata, “Jangan marah…!” Beliau mengulanginya sampai 3 kali dan ketika ada seorang yang marah padahal Rasulullah ada bersamanya, beliau menyuruh orang itu berlindung kepada Allah dari setan yg terkutuk.

Kemarahan adalah salah satu faktor yang menyebabkan depresi dan kesedihan.

Berikut ini ada beberapa cara untuk mengontrol kemarahan kita:

1. Lawanlah perasaan marah itu seolah-olah kemarahan itu adalah musuh kita sendiri.

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya & memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS. Ali Imran 3:134)

“Dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf” (QS. Asy-Syura 42:37)

2. Berwudhulah, karena kemarahan itu adalah bara api neraka, ia bisa dipadamkan dengan air.

3. Jika kita berdiri duduklah, dan jika kita duduk berbaringlah.

4. Ketika kita sedang marah, tetaplah diam.

5. Ingatkan diri kita sendiri tentang pahala bagi mereka yang bisa meredam kemarahan dan suka memberi maaf.

AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR


MENGAJAK KEBAIKAN DAN MENCEGAH KE-MUNGKARANALLAH

Keduanya merupakan tiang pokok yang menjadi tumpuan tegaknya kepentingan masyarakat yang baik, dan merupakan ciri dari masyarakat Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk ma-nusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (Ali Imran: 110).

Jika kita meninggalkan tugas mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran maka rusaklah masyarakat, hancurlah akhlak dan menjadi buruklah pergaulan sosial.

Upaya mengajak kepada kebaikan dan mencegah ke-mungkaran tidak merupakan kewajiban individu tertentu saja, tetapi merupakan kewajiban setiap muslim, laki-laki atau perempuan, alim atau awam sesuai dengan kemampuan dan ilmunya. Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

(( مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَالِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ ))

“Barangsiapa melihat kemungkaran maka ubahlah ia dengan tangannya, jika tidak mungkin maka dengan lisannya, jika tidak mungkin maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim).

  Baca lebih lanjut

Bagaimana dengan Tauhid anda


Sabar…

Dibalik kesedihan, ada kebahagiaan Dibalik kesulitan, ada kelapangan

Semua akan menjadi indah pada waktunya

 

LANGKAH-LANGKAH MENGUATKAN TAUHID

Tauhidullah atau mengesakan Allah dalam segala hal, baik denganhati, lisan (ucapan), maupun amal perbuatan sehari-hari adalah merupakaninti utama ajaran Islam. Karena, hal itu menjadi inti utama ajaran paraRasul Allah, sejak dari rasul pertama sampai terakhir. Hal ini sejalandengan firman Allah SWT QS Al-Anbiya: 25, ”Dan Kami tidak mengutusseorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya:’Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlaholehmu sekalian akan Aku’.”Tauhidullah ini harus termanifestasikan melalui keinginan yang kuatuntuk membangun persaudaraan dan menebarkan cita-cita ukhuwahIslamiyyah dalam bingkai wihdatul ummah (kesatuan umat). Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: