Tag Archive: Adam


Bersyukur Kepada Allah Subhanahuwata’ala


Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh

Bersyukur (berterima kasih), kepada sesama manusia lebih cenderung kepada menunjukkan perasaan senang menghargai. Adapun bersyukur kepada Allah lebih cenderung kepada pengakuan bahwa semua kenikmatan adalah pemberian dari Allah. Inilah yang disebut sebagai syukur. Lawan kata dari syukur nikmat adalah kufur nikmat, yaitu mengingkari bahwa kenikmatan bukan diberikan oleh Allah. Kufur nikmat berpotensi merusak keimanan. Baca lebih lanjut

Iklan

Sifat Kedermawanan Rasul SAW


Sifat Kedermawanan Rasul SAW
Selasa, 16 Oktober 2012

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ، فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ، فِي كُلِّ لَيْلَةٍ، مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ، مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

(صحيح البخاري)

“Bahwa Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau sangat lebih dermawan di bulan Ramadhan, di bulan itu beliau SAW selalu dikunjungi Jibril AS dan menemui beliau SAW setiap malamnya, dan memperdalam Alqur’an, dan sungguh Rasulullah SAW lebih dermawan terhadap berbuat baik melebihi semilir angin yang berhembus menyejukkan” (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Baca lebih lanjut


Sesungguhnya jihad kita di bulan Ramadhan ini adalah memerangi hawa nafsu yang selalu menggoda keimanan dan menghilangkan pahala puasa kita
Dterima dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda: – yakni ketika datangnya Bulan Ramadhan – :
“Sungguh telah datang padamu bulan yang penuh berkah, di mana Allah mewajibkan atas kamu berpuasa, di saat dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syetan-syetan, dan di mana dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Maka barangsiapa yang tidak berhasil beroleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu buat selama-lamanya.” (H. R. Ahmad, Nasa’i dan Baihaqi) Baca lebih lanjut

Hari-harimu engkau lewati begitu saja, sesaat demi sesaat. Semua berlalu begitu cepatnya. Begitulah. Dirimu berpindah dari pagi ke petang, dan dari petang hingga pagi kembali. Apakah engkau pernah bermuhasabah (introspeksi) terhadap dirimu sendiri pada suatu hari? Sehingga engkau bisa melihat lembaran-lembaran harimu, dengan amal apa engkau membukanya dan dengan amal apa pula engkau menutupnya?

Bakr Al Muzni berkata, “Tidak ada satu haripun yang dikeluarkan oleh Allah ke dunia, kecuali berkata, `Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Karena mungkin saja tidak ada hari lagi buatmu setelahku`. Dan tidaklah ada malam, kecuai berseru,`Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Karena mungkin saja tidak ada malam lagi bagimu setelah aku`.” Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: