Sabar…

Dibalik kesedihan, ada kebahagiaan Dibalik kesulitan, ada kelapangan

Semua akan menjadi indah pada waktunya

 

LANGKAH-LANGKAH MENGUATKAN TAUHID

Tauhidullah atau mengesakan Allah dalam segala hal, baik denganhati, lisan (ucapan), maupun amal perbuatan sehari-hari adalah merupakaninti utama ajaran Islam. Karena, hal itu menjadi inti utama ajaran paraRasul Allah, sejak dari rasul pertama sampai terakhir. Hal ini sejalandengan firman Allah SWT QS Al-Anbiya: 25, ”Dan Kami tidak mengutusseorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya:’Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlaholehmu sekalian akan Aku’.”Tauhidullah ini harus termanifestasikan melalui keinginan yang kuatuntuk membangun persaudaraan dan menebarkan cita-cita ukhuwahIslamiyyah dalam bingkai wihdatul ummah (kesatuan umat). Sebab, harusdisadari bahwa hanya dengan kedua pilar inilah (tauhidullah dan wihdatulummah), umat Islam tidak akan pernah mendapatkan kehinaan dankemiskinan kapan dan di manapun berada. Allah SWT berfirman dalamQS Ali Imran: 112, ”Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada,kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali(perjanjian) dengan manusia ….”Semua praktik ibadah dalam syariat Islam selalu mencerminkankedua hal ini. Shalat, sebagai contoh, diawali dengan takbiratul ihram yang bermakna meyakini bahwa tidak ada yang mahabesar kecuali hanya AllahSWT, dan karena itu tidaklah pantas beribadah, ruku, dan sujud kecualihanya kepada-Nya. Diakhiri dengan salam ke kanan dan kiri yangbermakna menebarkan salam kedamaian bagi semua umat.

Karena itu,orang yang shalatnya khusyuk akan semakin rendah hati pada Allah SWTdan semakin mencintai sesama umat yang rukuk dan sujud bersama-sama.Ibadah puasa yang wajib dilakukan selama bulan Ramadhan maupunpuasa sunah lainnya, mencerminkan keikhlasan yang sungguh-sungguhuntuk selalu diawasi oleh Allah SWT dalam segala tindakan danperbuatan. Implementasinya, orang yang berpuasa dengan penuhkesungguhan akan menjadi orang yang jujur dalam hidupnya danmemberikan kebaikan kepada sesamanya.Bahkan, di akhir bulan Ramadhan, kaum Muslimin diperintahkan untuk membayar zakat fitrah sebagai simbol kepedulian dan perhatian yangpenuh terhadap kelompok fakir miskin. Demikian pula ibadah zakat maallainnya penuh dengan simbolisasi kecintaan kepada sesama umat manusiadan terutama kepada kelompok dhuafa yang sedang mengalami kesulitandan masalah dalam hidupnya.Praktik ibadah haji yang merupakan rukun Islam terakhir, yang diawalidengan berpakaian ihram dan diakhiri dengan tahallul, semuanyamenggambarkan kecintaan kepada Allah SWT dan kerinduan untuk membangun kesatuan umat dari manapun jamaah haji itu berasal. Predikathaji mabrur, seperti kata para ulama, adalah orang yang kecintaannyakepada Allah SWT menjadi bertambah kokoh dan kedekatan kepadasesama manusia semakin kuat.

Karena itu, penguatan tauhidullah harus disertai dengan penguatanwihdatul ummah, yaitu umat yang menyatu dalam keyakinan, keimanan,dan ibadah kepada Allah SWT, serta memberikan kemanfaatan pada sesama manusia.

Wa Allahu a’lam.

Iklan